Kuat Mereka Bersinar

Mereka harusnya pindah saja ke Amerika! Dengan musik seperti ini, dengan cepat mereka bisa mengalahkan band lain yang ada di sini! puji seorang pria yang sedari tadi memang terlihat asyik menyaksikan Superman is Dead dari kejauhan. N-D (35) yang berasal dari Pittsburgh terlihat masih takjub dan mengaku khusus datang untuk melihat penampilan live Superman is Dead, band Blitzkrieg 3-Chordsabilly Beer Punk Rock asal Bali, yang baru dikenalnya saat membuka situs Vans Warped Tour untuk mengecek band-band yang ada.

Hari itu panggung Kevin Says, salah satu panggung di Vans Warped Tour kota Pittsburgh, Amerika Serikat, sedang kejatuhan sial karena ditempatkan di lokasi yang serba salah yaitu terhimpit oleh dua panggung besar di Main Stage dan Hurley Stage dan masing-masing hanya berjarak sekitar 30 meter antara satu sama lainnya. Setiap tahunnya, Kevin Says, panggung yang memakai tenaga matahari sebagai sumber listrik itu dikenal khusus menampilkan banyak band baru yang belum maupun baru saja dirilis di industri pasar musik Amerika. Sungguh sial memang, karena di panggung itulah SID akan tampil sore nanti dan mereka terpaksa harus bersaing dengan band-band yang main di kedua panggung lainnya tersebut.
Sekitar dua puluh menit sebelum SID naik ke atas panggung, Anti-Flag band political punk asal Pittsburgh mulai memasuki panggung Main Stage, dan terlihat jejalan massa mulai memenuhi arena tersebut. Sedangkan di sebelah kiri Kevin Says, band A Day to Remember juga baru akan naik ke atas Hurley Stage. Saat itu vokalis/gitaris Bobby Bekool, bassis Eka Rock dan drummer Jerinx masih terlihat santai menyaksikan pemandangan di kanan dan kiri mereka. Tidak lama, satu per satu dari mereka mulai berjalan ke arah belakang panggung untuk bersiap-siap.
Tepat jam 16.30, SID langsung meng-hajar panggung Kevin Says dengan Year of the Danger. Lagu penuh amarah ini dipilih mereka untuk memanaskan para penonton yang saat itu masih berjumlah sekitar sepuluh orang. Jumlah yang sangat bagus dibanding jumlah penonton saat band asal Inggris the Blackout yang main tepat sebelum SID. Saat Vodkabily berkumandang, penonton SID perlahan mulai bertambah, itu saja belum termasuk orang-orang lalu lalang yang masih menyempatkan diri untuk berhenti menyaksikan SID walau hanya sebentar sebelum mengejar NOFX yang baru saja akan mulai di Main Stage.
Walau harus melawan kerasnya hentakan dari dua panggung tetangga, Eka dan Bobby tanpa lelah terus mencoba berkomunikasi dengan penonton, seperti mempromosikan CD mereka sampai mengajak penonton untuk mengunjungi pulau Bali yang indah. Dilanjutkan dengan Psychofake. Total hanya tujuh lagu yang SID bawakan agar tepat selesai dalam waktu 20 menit yang diberikan. Set ditutup dengan lompatan maut Bobby dan Eka di akhir lagu Kuta Rock City. Walau tidak mampu me-narik banyak orang, tampak raut pu-as tampil di setiap wajah personel SID karena mereka sudah melakukan yang terbaik sore itu. Segelintir penonton masih tersisa untuk menyalami setiap anggota SID dan ada beberapa yang menyempatkan membeli CD dan merchandise di sebelah panggung.
Semua bermula di satu hari di pertengahan bulan November 2008, datang sebuah kabar dari seberang lautan yang isinya adalah tawaran bagi SID untuk meng-adakan tur bertajuk From Bali with Rock dan keliling Amerika pada bulan Juni 2009. Kabar baik, sangat baik! Undang-an dari Mastra Production, event organizer yang berbasis di Philadelphia langsung diterima SID penuh semangat.
Di Amerika sendiri, musim panas yang dimulai pada bulan Juni adalah waktu di mana berbagai festival dimulai, seperti All Point West di kota New York atau Vans Warped Tour, festival musik punk keliling yang konon paling bergengsi abad ini. Setiap tahun Vans Warped Tour memboyong nama besar seperti Green Day, Bad Religion, Deftones, Sick of it All, Sublime, NOFX, Blink 182, Rise Against, My Chemical Romance sampai ke No Doubt, Beck, Black Eyed Peas, M.I.A dan Katy Perry yang jauh dari aliran punk sama sekali.
Ternyata bukan bohong jika dibilang bila kita berusaha keras maka satu kesempatan akan membawa kita ke kesempatan lainnya. Vans Warped Tour 2009 saat itu kabarnya akan dimulai pada bulan Juni. Selain sangat tepat dengan waktu tur From Bali with Rock, kabarnya salah satu headliner tahun ini adalah NOFX, yang konsernya pada tahun 2007 di Bali kemarin sempat dibuka oleh SID. Dari situ SID mulai menghubungi manajer NOFX, Kent Jamieson, untuk bertanya dan minta tolong jika ada kesempatan untuk nama SID direkomendasikan pada Kevin Lyman, founder dari Vans Warp-ed Tour yang terkenal sangat selektif dalam urusan pemilihan band-band yang akan berpartisipasi.

Festival yang disponsori oleh merek sepatu Vans (sepatu yang sangat identik dengan olahraga ekstrim skateboard) ini bukanlah sembarang festival yang dengan gampang memberikan spot untuk band manapun untuk bergabung. Apalagi untuk sebuah band asal Indonesia seperti SID, yang walau sudah terbentuk sejak tahun 1995 tetap saja belum terdengar di Amerika. Namun hanya berbekal rekomendasi dan kekuat-an musik mereka, entah bagaimana SID ternyata mampu meluluhkan hati Lyman, lampu hijau diberikan kepada SID dengan tawaran yang tidak tanggung-tanggung sama sekali, me-reka diberikan jatah untuk ikut bermain di 11 kota pertama dari 47 kota yang dihampiri oleh Vans Warped tour. Sebuah kehormatan besar, terlebih selain menjadi band Asia satu-satunya yang bermain di Vans Warped Tour tahun 2009, SID juga resmi memegang titel band Asia Tenggara pertama yang pernah main di Vans Warped Tour selama 15 tahun festival ini berdiri.
Vans Warped Tour sudah sampai di perhentian kesepuluh mereka. Sesampainya di Post Gazette Pavilion, tampak dari jauh ribuan pengunjung didominasi oleh anak belasan tahun yang sibuk berkeliaran de-ngan dandanan yang terbilang kurang aneh untuk ukuran festival punk. Kebetulan di kota ini orang-orangnya memang kurang seru dandannya, ucap Lia Pasaribu, manajer SID yang mengantarkan saya. Sesampainya di dalam, tanpa basa basi pemandangan absurd langsung menyerbu mata. Di dalam sedang berlangsung persaingan sengit antar band, bukan di atas panggung, melainkan di sekitar arena venue yang luas tersebut. Tampak hampir semua band saling uji kreativitas mempromosikan diri mereka, berbagai cara mereka lakukan demi menjual diri dan menarik penonton. Selain membagi-bagikan merchandise gratis di dalam stand, tidak tanggung-tanggung, hampir semua band langsung menerjunkan street team (bahkan beberapa anggota band mereka) untuk berputar-putar arena dengan membawa spanduk berisikan informasi jadwal main mereka hari itu. Tidak cukup spanduk, aspal dan tiang listrik pun menjadi korban dengan coretan pilox maupun tempelan poster.
Tidak heran saat akhirnya saya bertemu SID, mereka juga terlihat sibuk berjualan dengan melambaikan spanduk bertuliskan SUPERMAN IS DEAD from BALI, INDONESIA lengkap dengan memakai Udeng (penutup kepala) dan kain khas adat pulau Dewata yang terlilit di atas celana mereka.
Banyak banget yang bertanya kita dari mana, ujar Jerinx sambil memegang spanduk jadwal main mereka untuk nanti sore. Yah lucunya, banyak yang masih nggak tahu, Bali itu di mana, atau Indonesia itu di mana, lanjut pria pemilik Twice Bar di Bali ini sambil tertawa. Walau tidak semua, namun memang tidak bisa dipungkiri bahwa masih banyak orang Amerika yang tidak mengetahui keadaan Indonesia. Melihat keadaan ini, SID juga akhirnya merasa wajib mempromosikan kultur Bali dan Indonesia kepada me-reka yang bertanya. Kebetulan hari itu (9/7) juga bertepatan dengan hari pemilihan calon presiden baru Indonesia, dan anak-anak SID memang tidak sempat ikut pemilu, walau begitu mereka tetap menjalankan tugas mereka sebagai duta bangsa.
Tak jauh dari tempat Jerinx berdiri tampak sosok Eka. Pria beranak satu ini sedang menggendong speaker portable yang disambungkannya dengan iPod berwarna hitam. Kita nyalain lagu SID sambil jalan-jalan untuk menarik perhatian, jelasnya tertawa ramah sambil sesekali mengangkat speaker tersebut ke udara.
Lokasi venue yang berbukit cukup membuat kaki pegal karena harus menanjak ke atas dan ke bawah untuk lari dari satu panggung ke panggung lainnya. Hamparan rumput luas dipenuhi berbagai stand merchandise, makanan sampai stand air hujan buatan (bagi mereka yang kepanasan dapat masuk dan membasahkan diri mereka lewat selang yang dipasang di atas tenda). Akibat pesawat yang delay, saya sampai memang terlambat dan ketinggalan beberapa nama besar seperti Underoath dan Flogging Molly. Heran, band headliner mana yang mau bermain di bawah jam 1 siang? Anggota SID sendiri yang dari pagi sudah stand by di venue malah masih sempat untuk rehat dengan barbeque santai bersama beberapa teman di parkiran sambil menunggu waktu naik ke atas panggung sorenya.

sumber: http://rollingstone.co.id/read/2011/02/08/180845/1563141/1102/kuat-mereka-bersinar
◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright © 2011. All About Superman Is Dead - Blog Fans SID. Some rights reserved. Template Design by Nugikkool